PPPA Daarul Qur’an Gaza Adakan Peringatan Isra Mi’raj

Diposting pada

Seperti diketahui bahwa eksistensi Daarul Qur’an Indonesia Cabang Gaza, adalah lembaga yang disponsori penuh oleh mauslimin di Indonesia melalui Yayasan Daarul Qur’an Indonesia dibawah pimpinaan KH. Yusuf Mansur untuk para generasi penghapal Al-Qur’an di Jalur Gaza.

Dalam ceramahnya, Syaikh Khidir menjelaskan bahwa mukjizat Isra Mi’raj menceritakan bagaimana kemuliaan yang dimiliki dua masjid tertua di dunia. Yang pertama masjidil haram, dan yang kedua adalah masjidl Al-Aqsa. Syaikh Khidir menambahkan, bahwa kedua masjid tersebut dihubungkan satu sama lain oleh Allah Swt seperti yang diceritakan dalam ayat–ayat pertama  surah Isra. Dalam ayat tersebut membuat hikmah bahwa Allah Swt telah menyebutkan bahwa masjidil Al-Aqsa adalah bagian vital dari agama Islam sejak singgahi oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Tentu saja ayat tersebut juga menyebutkan kemulian tanah Al-Quds dan wilayah di sekitarnya.

Syaikh Khidir juga menyinggung bahwa setiap muslim yang memperingati peristiwa isra dan mi’raj ini, tentu saja rindu ingin berkunjung langsung ke masjidil Aqsa, seperti halnya mereka yang berkunjung ke masjidil haram juga berharap ingin shalat di masjid Al-Aqsa. Syaikh Khidir menyebutkan hadis riwayat muslim yang menerangkan bahwa setelah masjid haram yang pertama didirikan, maka masjid kedua yang didirikan di muka bumi adalah masjid Al-Aqsa, dan keduanya dipisahkan oleh masa sebanyak 40 tahun.

Syaikh Khidir juga terus mengingatkan bahwa masjid Al-Aqsa adalah masjid ketiga yang dianjurkan oleh baginda Rasulullah SAW untuk diziarahi setelah masjidil Haram dan masjid Nabawi, seperti dalam riwayat Imam Bukhari.

Bumi Palestina adalah bumi untuk tiga agama langit (Islam, Yahudi dan Nasrani) yang sejatinya harus hidup dalam kedamaian. Tanah Palestina adalah tanah para syuhada yang berjuang untuk melawan kezaliman Zionis Israel. Fakta yang harus dicatat bahwa meski bumi Palestina menyeru kepada perdamain, namun hingga saat ini, sehari pun kedamaian tersebut belum bisa dirasakan oleh orang-orang yang saat ini mendiami bumi para Nabi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *