Kemiskinan Melanda Gaza

Diposting pada

Kemiskinan Melanda Gaza

Kemiskinan Melanda Gaza Keluarga miskin di Gaza Palestina
Gaza (SI Online) – Dinas catatan sipil pemerintah Palestina, Ahad (15/4) mengatakan, lebih dari separoh penduduk Gaza tahun 2017 berada dibawah garis kemiskinan.

Dalam laporannya dinas pemerintah tersebut memantau kantong-kantong kemiskinan yang terjadi di Palestina serta kondisi kehidupan. Mereka menyebutkan, 53 % warga Gaza mengalami kemiskinan. Sementara di Tepi Barat mencapai 13,9 % di Tepi Barat. Kalau dipukul rata-rata di Palestina terjadi 29,2 % di kedua bagian Palestina.

Tingkat kemiskinan yang tertinggi di Gaza diakibatkan blokade Israel yang masih berlangsung sejak 2007, selain krisis produksi dan kurangnya pekerjaan di pasar sektor lokal.

Menurut Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS), 29,2 % orang di Tepi Barat dan Jalur Gaza hidup dengan rata-rata perbulan 2.470 shekel atau 685 dollar untuk sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang.

Tingkat kemiskinan yang terjadi di Palestina pada tahun lalu mencapai 16,8 %, dengan pengeluaran bulanan rata-rata 1974 Shekel atau $ 547 dollar.

Tingkat kemiskinan di Gaza yang berjumlah kurang lebih 2 juta orang, empat kali lebih tinggi dibandung kemiskinan yang terjadi di Tepi Barat berpenduduk 2,8 juta orang, dan enam kali lebih tinggi dibanding kemiskinan ekstrim.

Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) membandingkan tingkat kemiskinan tahun 2011 dan 2017. Hasilnya menunjukkan, kemiskinan di Palestina terus meningkat. Tahun lalu misalnya tingkat kemiskinan mencapai 13,2 % dan 30,2 persen.

Badan-badan PBB mengatakan, Jalur Gaza akan menjadi wilayah yang tak layak huni pada tahun 2010, disebabkan tidak adanya air bersih untuk minum.

Tahun sebelumnya, lembaga dunia ini juga mengatakan, 80 % penduduk Gaza menerima bantuan kemanusiaan mendasar, menyusul buruknya kondisi di sana.

Lebih dari itu, selama dua pekan dari bulan ini, April, hampir 58.000 pegawai pemerintah di Gaza ditangguhkan gajinya oleh Departemen Keuangan Palestina di Ramallah. Sementara rekan-rekan mereka di Tepi Barat menerima seperti biasa pada pekan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *