Dunia Sementara Akhirat Selamanya

Diposting pada

Dunia Sementara Akhirat Selamanya

Dunia Sementara Akhirat Selamanya Ilustrasi
Bogor (SI Online) – DKM Masjid Alumni IPB Kota Bogor menggelar kajian tematik malam Ahad (14/4) dengan menghadirkan Ustaz Muhammad Miftahul Kirom Al-Hafidz. Kajian tersebut bertema “Dunia Sementara Akhirat Selamanya”. Tema yang menarik agar kita sadar untuk tidak terlalu mencintai dunia yang hakikatnya dunia itu hanyalah kesenangan yang menipu.

Jika diukur dengan rata-rata, umur manusia hidup di dunia hanya mencapai 70 hingga 80 tahun. Lalu kita akan melewati fase kehidupan selanjutnya dan yang akan kekal di dalamnya yaitu alam akhirat. Maka kita harus cerdas menjalani kehidupan di dunia ini. “Lalu siapakah orang cerdas menurut Rasulullah?” tanya Ustaz Miftahul.

Dinukil dari hadis Tirmidzi yang berbunyi: Dari Abu Ya’la yaitu Saddad ibnu Aus r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda : “Orang yang cerdas ialah orang yang mampu mengintrospeksi dirinya dan suka beramal untuk kehidupannya setelah mati. Sedangkan orang lemah ialah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan berharap kepada Allah dengan harapan kosong.”

Ketika Allah menciptakan dunia, ketahuilah Allah tidak pernah melirik sedikit pun kepada dunia, lalu mengapa kita masih saja menganggungkan dunia ini. Sungguh dunia adalah tempat ladang amal, dan akhirat tempat dimana kita akan memanen amal yang telah kita tanam. Ketika kita ingin menuju ampunan Allah, Allah janjikan surga yang luasnya lebih luas dari dunia dan langit. “Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.” (QS.Al-Hadiid:21) 

Lalu seperti apakah surga yang Allah janjikan? Dijelaskan dalam surah Muhammad ayat 15 yang berbunyi, “Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa, di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah, dan sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya, dan sungai-sungai dari khamr yang lezat bagi para peminu ma lamanya, kemudian Allah sediakan penduduk surga yaitu cangkir yg dibawa oleh pemuda m(nya), dan sungai-sungai dari madu yang telah tersaring, dan mereka memeroleh didalamnya segala buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka sama dengan dia yangkekal dalam mereka dan mereka diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong usus mereka”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *