Taubat Tak Diterima, Mengapa? (1)

Diposting pada

Taubat Tak Diterima, Mengapa? (1)

Islam 4 Beginner

Taubat Tak Diterima, Mengapa? (1)

AIR mata tak terasa menetes tatkala sesali dosa yang telah dilakoni. Sesal di dalam dada, terus-menerus menekan hingga rasa ini menyeruak dan meluap menjadi pengutukan pada diri. Sejatinya, jiwa yang kotor penuh dengan dosa ini, tak hentinya menyesali. Taubat, taubat, dan taubat, solusinya.

Tatkala kita berbuat dosa, maka segeralah bertaubat. Jangan pernah lelah, atau kalah dengan nafsu. Ingat dosa, segeralah bertaubat. Jangan pernah malu tuk menolak ajakan dosa. Tolak saja dengan sekuat tenaga. Tapi, adakah taubat yang ditolak?

Nah hal ini, para ulama saling berbeda pendapat, apakah di antara berbagai macam dosa, ada dosa yang taubatnya tidak diterima ataukah taubat dari dosa apa pun diterima?

Ibnu Abbas berkata, “Taubat harus dilakukan untuk setiap dosa. Setiap dosa memungkinkan untuk dimintakan ampunan dengan bertaubat. Ada pula golongan yang mengatakan, bahwa taubat pembunuh tidak diterima,” (HR. Ahmad)

Bahkan Ibnu Abbas harus berdebat dengan rekan-rekannya, yang mengatakan, “Bukankah Allah telah befirman, ‘Dan, orang-orang yang tidak menyembah sesembahan yang lain beserta Allah dan tidak pula membunuh jiwa yang diharamkan Allah’ sampai, ‘kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan?’ (QS Al-Furqan: 68-70).”

Ibnu Abbas menyanggah, “Ayat ini berkaitan dengan perbuatan di masa Jahiliyah. Pasalnya, ada beberapa orang musyrik yang dulu pernah melakukan tindak pembunuhan dan juga pernah berzina. Lalu mereka menemui Rasulullah SAW, seraya berkata, ‘Apa yang engkau serukan itu benar-benar bagus. Andaikan saja engkau memberitahukan kepada kami tentang suatu tebusan dari apa yang pernah kami lakukan.’ Maka turunlah ayat ini. Jadi, ayat ini berkenaan dengan diri mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *